Belanja Apa Saja di Shopee yang Kena Pajak 10%?

Direktorat Jenderal Pajak( DJP) Departemen Keuangan hendak menerima informasi pajak pertambahan nilai( PPN) dari Shopee mulai Oktober 2020. Itu maksudnya tiap kali belanja di Shopee hendak dikenakan PPN 10%.

Kemudian produk apa saja yang dibeli dari Shopee yang hendak dikenakan pajak?

PT Shopee International Indonesia jadi salah satu industri yang diresmikan bagaikan harus pungut( wapu) oleh otoritas pajak nasional.

Besaran tarif PPN yang dikenakan merupakan 10% semacam yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan( PMK) No 48 Tahun 2020, yang ialah ketentuan turunan dari Perppu No 1 Tahun 2020.

 

” Dengan penunjukan ini, hingga semenjak 1 Oktober 2020 para pelakon usaha tersebut hendak mulai memungut PPN atas produk serta layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, serta Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama dalam penjelasan tertulisnya yang dilansir Sabtu( 12/ 9/ 2020) cara mengaktifkan shopeepay .

Hestu berkata, jumlah PPN yang wajib dibayar pelanggan merupakan 10% dari harga saat sebelum pajak, serta wajib dicantumkan pada kwitansi ataupun invoice yang diterbitkan penjual bagaikan fakta pungut PPN.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, serta Humas DJP Hestu Yoga Saksama berkata PPN yang hendak dilaporkan Shopee merupakan pajak yang berasal dari produk digital baik benda ataupun jasa dari luar negara.

” Benda ataupun jasa yang hendak dipungut PPN oleh Shopee merupakan benda serta jasa digital( produk digital) asing ataupun yang berasal dari luar negara,” kata Hestu.

” Ini merupakan produk digital yang dipunyai serta dijual oleh industri digital dari luar negara lewat Shopee,” tambahnya.

Otoritas pajak nasional sampai dikala ini telah menunjuk 28 industri internasional berbasis digital bagaikan wapu. Segala industri digital internasional ini dibagi ke dalam 3 gelombang.

Baca Juga : Lensa Kontak Untuk Penglihatan Yang Jelas

Sebanyak 28 industri digital internasional yang ditunjuk bagaikan wapu merupakan Amazon Website Services Inc; Google Asia Pacific Pte. Ltd; Google Ireland Ltd, Google LLC; Netflix International B. V.; serta Spotify AB. Keenam industri ini masuk ke dalam gelombang awal jadi wapu PPN.

Gelombang kedua, Facebook Ireland Ltd, Facebook Payments International Ltd; Facebook Technologies International Ltd; Amazon. com Services LLC; Audible, Inc; Alexa Internet; Audible Ltd; Apple Distribution International Ltd; Tiktok Pte. Ltd; The Walt Disney Company( Southeast Asia) Pte. Ltd.

Gelombang ketiga, LinkedIn Singapura Pte. Ltd; McAfee Ireland Ltd; Microsoft Ireland Operations Ltd; Mojang AB; Novi Digital Entertainment Pte. Ltd; PCCW Vuclip( Singapura) Pte. Ltd; Skype Communications SARL; Twitter Asia Pacific Pte. Ltd; Twitter International Company; Zoom Video Communications, Inc; PT Jingdong Indonesia Awal; PT Shopee International Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *